Suami Tidak GairahMencari uang
Bu Mela, sehari-hari saya hanya ibu rumah tangga dengan tiga orang anak. Yang tertua masih kuliah, kedua akan masuk SMTA dan yang bungsu baru akan masuk SMTP. Semua perlu biaya. Sementara saat ini suami sudah tidak bekerja. Sebenarnya belum saatnya dia pensiun, tetapi karena ada masalah dengan pekerjaannya, jadi suami pensiun dini. Yang luar biasa bagi saya, suami tetap mendapatkan uang pensiunnya.
Dulu saya karyawati. Saya berhenti bekerja karena menuruti permintaan suami. Saat itu posisi suami di kantornya baik sekali. Jadi saya tidak ragu untuk menuruti permintaannya.
Karena kesibukan, saya dan anak-anak jarang sekali bertemu dengan ayahnya. Secara materi hidup kami berkelimpahan, secara finansial hidup kami tidak kekurangan. Saya dan anak-anak begitu dekat, tetapi tidak dengan suami atau ayah mereka karena kesibukannya. Kami tidak pernah membangun mezbah keluarga.
Suatu ketika suami saya jatuh dalam “dosa”. Inilah babak baru kehidupan keluarga kami. Kalau saat ini kami setiap hari masih bisa makan, itu anugerah Tuhan semata. Bagaimana saya bisa bangkit sementara suami tidak bergairah lagi mencari uang, Bu Mela?
(Ibu Aan, Jakarta)
Jawab:
Saya memahami kesulitan yang ibu hadapi. Di saat anak-anak semakin bertambah tinggi jenjang pendidikannya dan bertambah besar pula biaya yang diperlukannya, justru penghasilan suami yang menjadi tulang punggung keluarga berkurang drastis. Tentu ini masalah yang sangat pelik.
Saya senang, ibu masih bisa mensyukuri keadaan yang terjadi dan menyadari pola hidup yang selama ini dijalani tidak berkenan di hadapan Tuhan. Saran saya, lakukan saja aktifitas yang bisa mendatangkan uang tanpa harus “meributkan” kondisi suami. Mungkin ibu bisa memanfaatkan kepandaian ibu dalam memberikan bimbingan belajar bagi anak-anak. Sekarang ini guru privat bagi anak SD ataupun SMTP, yang bisa menemani mereka belajar, banyak sekali diperlukan. Ini salah satu peluang untuk menambah pendapatan keluarga.
Jangan lupa komunikasikan dengan bijaksana kesulitan yang tengah dihadapi oleh orangtua kepada anak-anak. Dan yang terpenting sertakanlah Tuhan Yesus di setiap perencanaan dan tindakan yang ibu lakukan.
Berbahagialah orang yang bertahan dalam pencobaan, sebab apabila ia sudah tahan uji, ia akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan Allah kepada barangsiapa yang mengasihi Dia. (Yakobus 1:12)
|