30 September 2011 / Jumat
Bersyukur di dalam Badai Kehidupan -- I Tesalonika 5:18
Bila Anda sedang tidak berada dalam saat yang sulit, kemungkinan besar Anda akan segera menemuinya. Yesus menjanjikan bahwa kita akan memiliki banyak kesukaran dalam hidup (Yohanes 6:33). Dan Ia memang benar.
Sekalipun kesukaran itu tidak menyenangkan, namun masih ada banyak alasan untuk mengucap syukur. Kemarin, kita telah belajar tiga penyediaan yang dapat diandalkan orang percaya selama masa kesukaran: hadirat Tuhan, jalan untuk melewati masalah, dan potensi untuk bertumbuh. Hari ini, kita akan belajar dua hal lagi.
Perlindungan. Tuhan tidak menjauhkan orang percaya dari penderitaan atau kekecewaan. Menghentikan badai mungkin menjadi tujuan kita, namun dari sudut pandang-Nya, kesukaran mungkin diperlukan untuk mendewasakan kita secara rohani. Namun Bapa memberikan perlindungan dengan cara tinggal bersama kita di dalam pergumulan itu. Begitu kita menerima Yesus sebagai Juruselamat kita, kita mendapat janji bahwa Tuhan tinggal di dalam kita dan tidak akan pernah meninggalkan kita. Selain itu, kita memiliki jaminan bahwa tidak ada sesuatu pun yang dapat memisahkan kita dari kasih-Nya (Roma 8:38-39). Jadi, Tuhan kita yang senantiasa hadir, berjalan bersama kita melalui kesukaran, memberikan tuntunan-Nya dan mengatakan kebenaran tentang situasi yang kita alami.
Damai sejahtera. Kesulitan membuat banyak orang menjadi kuatir, namun orang percaya memiliki damai sejahtera Allah. Ketentraman batin ini tidak bergantung pada semakin baiknya keadaan yang kita alami, melainkan hasil dari hubungan kita dengan Dia. Fokus utama kita bukanlah untuk menyelesaikan masalah, melainkan pada ketergantungan kita kepada Tuhan.
---- Sentuhan Hati Edisi September 2011 ------
|