“Satu per satu, banyak dari bintang-bintang itu yang hancur dan jatuh dari langit. Mereka terdampar di laut. Beberapa orang menyebutnya bintang laut, namun mereka sebenarnya adalah bintang-bintang di laut. Mereka di dalam sebuah perjalanan, belajar bagaimana untuk kembali bersama lagi. Sekali mereka lakukan itu, maka mereka kembali menjadi sebuah bintang, bercahaya untuk yang lainnya seperti awalnya mereka dibentuk.

   Kemudian ayah saya menoleh dan melihat ke mata saya. “Jadi, jika kamu menemukan sebuah bintang laut, yakinlah untuk bersikap baik dan lembut padanya. Ia sedang mencoba untuk menemukan jalan pulangnya kembali.”
 
HARAPAN DAN MASA DEPAN

   Saya menghabiskan masa remaja saya yang dipenuhi oleh sakit hati dan kekosongan dengan obat-obatan dan berkelana dari satu kegelisahan ke gelisahan lainnya, mencari alasan untuk hidup.
 Saya merenung. Apakah saya bisa berhasil? Saya pergi ke pantai untuk berselancar dan memikirkan apa yang harus saya lakukan. Saat matahari terbenam, saya duduk sendirian pada pinggiran pantai, memperhatikan kaki langit sampai jejak-jejak cahaya terakhir menghilang. Langit biru yang terang memperlihatkan bentuk latar matahari yang kering, bulatan besar yang berwarna oranye yang dengan lembut menyentuh permukaan laut. Merasakan sesuatu yang kuat di dalam keindahan ini, saya menutup mata dan berdoa kembali: “Tuhan, jika Engkau benar-benar nyata, apakah Engkau akan menolong saya?”

   Waktu saya mengangkat kepala, saya melihat matahari telah melukis sebuah kaleidoskop warna yang melintasi langit. Bayang-bayang dari warna oranye, ungu, dan merah jambu memenuhi surga bagaikan mahakarya yang jenius dari seorang artis.
 

SEBUAH KELUARGA BARU
   Di dalam minggu-minggu pertama, saya berjumpa dengan seorang gadis yang mengajak saya pergi ke gereja bersamanya. “Saya tidak tahu, Carolyn,” kata saya.”Saya dan gereja tidak dapat berjalan bersama-sama. Saya biasanya merasa lebih buruk sewaktu saya meninggalkan gereja dari pada ketika memasukinya.” Namun, minggu depannya, saya memutuskan untuk mencobanya. Saya sungguh-sungguh ingin percaya kepada Yesus, namun bagaimanapun juga saya merasa bahwa Ia telah meninggalkan saya, sama seperti yang dilakukan oleh yang lainnya. Namun, saya ingin menemukan Dia kembali.
   “Pernahkah Anda bertanya-tanya apakah Tuhan mengenal siapa diri Anda?” kata pendeta itu. “Pernahkah Anda memandang ke langit di malam hari dan bertanya-tanya apakah yang Tuhan pikirkan tentang Anda?”

   Saya memegang erat-erat setiap kata Pendeta.  “Tuhan tidak pernah melupakan Anda,” katanya. “Dia mengenal setiap bintang-bintang yang tak terhitung banyaknya di langit. Dan Dia sangat mengenal Anda dan memanggil Anda dengan nama Anda - karena Dia ingin Anda juga mengenal Dia. Itulah sebabnya Bapa mengutus Putra-Nya Yesus,untuk menyerahkan hidup-Nya bagi Anda sehingga Anda bisa menemukan jalan pulang kepada Dia sebagai anak yang dikasihi-Nya.

   “Lama sebelum Tuhan menciptakan dunia, Dia memiliki Anda di dalam pikiran-Nya sebagai fokus dari kasih-Nya. Ia ingin mengadopsi Anda di dalam keluarga-Nya. Apapun juga yang Anda lalui, Anda dapat berbicara kepada-Nya tentang ini, dan Ia akan menunjukkan kepada Anda bahwa Ia mempunyai jalan keluar bagi Anda.”

previous page | next page