Saya seorang pecandu kebahagiaan. Saya rindu akan kemudahan keuangan, tidak ada lagi kemacetan, dan anak-anak saya secara sukarela membersihkan piring makan. Walaupun saya tahu bahwa Tuhan tidaklah memberikan kehidupan yang tanpa stres, namun jauh di dalam lubuk hati saya percaya Dia sungguh berhutang pada saya. Bukankah itu semua tentang hidup yang berkelimpahan yakni kebahagiaan saya?

   Kebenarannya ialah, Yesus tidak pernah berjanji bahwa dengan mengikut Dia maka kehidupan akan menjadi lebih mudah atau kebal dari berbagai pencobaan. Yesus berkata “Dalam dunia kamu menderita penganiayaan (Yohanes 16:33). “Sesungguhnya kamu akan menangis dan meratap, tetapi dunia akan bergembira” (16:20). Namun sebaliknya semua janji-Nya menawarkan sesuatu yang lebih baik dari pada kebahagiaan yang singkat.
 
APAKAH ANDA KECANDUAN AKAN KEBAHAGIAAN?
Ambil sebuah momen untuk merefleksikan secara jujur berbagai pertanyaan berikut ini:

  • Apakah Anda menghindari berbagai situasi yang menyakitkan, walaupunAnda mengetahui Tuhan mungkin memimpin Anda untuk melangkah melalui itu semua?

  • Apakah Anda membuat berbagai keputusan sehari-hari selalu berdasarkan atas keinginan Anda?

  • Seperti apakah doa Anda?Apakah Anda secara rutin meminta (menuntut) agar Tuhan mengangkat ketidaknyamanan yang Anda hadapi?
  • Apa yang lebih penting bagi Anda, memelihara gaya hidup Anda, atau mendasarkan segala keputusan hidup Anda pada Tuhan?

  • Apa yang membawa Anda kepada sukacita terbesar - mendapatkan apa yang Anda impikan, ataukah berkorban    untuk kemuliaan Tuhan?

next page