Saya mengakui semua ini bukanlah pertanyaan-pertanyaan yang mudah. Begitu seringnya saya mencari kebahagian pribadi saya di atas senyuman Tuhan. Saya terjebak di dalam materialisme, selalu menginginkan lebih-lebih-lebih dan melupakan bahwa Dia-lah yang akan menyediakan segala sesuatu.
 
BAGAIMANA CARANYA KITA BEBAS?
   Kabar baiknya adalah bahwa Yesus datang untuk memberi kita sesuatu yang lebih baik daripada kecanduan akan semua kenyamanan yang singkat dan kenikmatan yang manis: yaitu sukacita bahwa “tidak ada seorangpun yang dapat merampasnya” (Yohanes 16:22).
   Mari kita pertimbangkan beberapa langkah yang kita bisa ambil untuk berjalan di dalam sukacita itu.

1.  Melayani orang lain. Yesus berkata, ”Karena anak manusia juga datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang” (Markus 10:45). Ia membasuh kaki. Ia menjangkau yang tidak terjangkau. Ia membiarkan “jadwal”-Nya disela oleh orang yang membutuhkan. Ia memberi dan memberi, mencurahkan hidup-Nya dengan bebas. Dan karena “seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari pada tuannya,” kita menghadapi sebuah panggilan yang besar jika kita berusaha untuk mengikut teladan akan kehambaan-Nya’’ (Yohanes 13:15-16).

2.  Berlatih untuk tidak berada dalam kenyamanan. Melawan sebuah kecanduan terkadang berarti menyangkal diri kita sendiri. Mendisiplinkan diri Anda sendiri untuk tidak melakukan sesuatu yang sangat Anda inginkan. Terimalah ketidaknyamanan untuk memberkati orang lain (dan membuat Tuhan tersenyum). Bantulah orang yang tunawisma atau orang-orang lain yang membutuhkan yang ditunjukkan oleh Roh Kudus kepada Anda - sadarilah bahwa tangan Anda bisa menjadi tangan Yesus bagi mereka.

3.  Berikanlah milik Anda. Yesus mengingatkan kita untuk “berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu” (Lukas12:15). Kehidupan lebih berharga dari pada semuanya. Yesus tidak sedang berkata dalam kiasan ketika Ia berkata, ”Adalah lebih berbahagia memberi dari pada menerima” (Kisah Para Rasul 20:35). Memberikan sebuah benda yang sangat Anda sukai untuk memberkati orang lain akan mematahkan setiap materialistis atau ketamakan yang dimiliki hati Anda. Lebih dari itu, tindakan yang murah hati akan membawa kepada sukacita sejati.

previous page | next page