4. Mengambil sebuah resiko. Berani ikut sebuah perjalanan misi (mission trip) dengan mengatur waktu luang untuk melangkah di atas zona kenyamanan Anda dan melayani orang lain. Melalui ini, Anda akan menemukan diri Anda di dalam sebuah posisi dimana Anda harus bergantung kepada Tuhan. Namun, Anda akan menukar kenyamanan Anda dengan sebuah petualangan yang akan mengubah hidup Anda.
5. Melangkah keluar dari zona kenyamanan dari waktu ke waktu. Apakah Anda takut untuk memulai berdoa bagi seorang teman yang sedang berdukacita? Lakukan saja. Terlalu sakitkah untuk mengampuni anggota keluarga? Buatlah satu keputusan untuk menjangkau keluar, walaupun Anda tidak menyukainya. Kapanpun Anda melangkah untuk melakukan sesuatu yang Roh Kudus ingin Anda untuk lakukan, maka Ia akan merentangkan tangan-Nya dan menumbuhkan iman Anda. Jika Anda tetap hidup di dalam rasa nyaman, maka iman Anda akan berhenti bertumbuh.
6. Menjalani kehidupan apa adanya.Dari pada terus menerus ingin semakin meningkat, nikmati apa yang Anda telah miliki. Sebagai pengganti sebuah mobil yang lebih baru dan lebih besar, belilah mobil bekas yang berfungsi sama; selama TV Anda masih baik, pakailah dengan penuh syukur.
7. Berlatihlah untuk mencukupkan diri. Biasakan untuk mengingatkan diri Anda sendiri, saya cukup. Cobalah lihat dengan cepat dari internet, majalah-majalah, dan iklan-iklan TV, tolaklah untuk mengklik, membaca, dan memperhatikan. Anda akan kaget betapa tingginya tingkat kepuasan Anda ketika Anda tidak diserang dengan perintah untuk membeli ini dan itu.
8. Pelajarilah Kotbah Yesus di bukit. Renungkanlah kata-kata Yesus di dalam Matius 5. Di dalam kerajaan-Nya, orang yang miskin menjadi kaya dan orang-orang yang dianiaya akan bersukacita.
9. Jadilah pecandu surga. Kenyataan dari surga, rumah kita yang sesungguhnya, haruslah selalu ada di dalam pikiran kita. Ini akan membuat hidup ini tetap berada dalam perspektif, seperti yang Paulus jelaskan di dalam kotbahnya di II Korintus 4:17-18: ”Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.”
10. Menyalakan kembali iman Anda di dalam kedaulatan Tuhan. Tuhan melihat segalanya, setiap pencobaan dan kekacauan tersaring oleh tangan-Nya. Keindahan dari kedaulatan-Nya adalah Ia menolong kita melalui setiap kejadian yang sedih, memberikan kita kekuatan ketika kita lemah (II Korintus 12:9-10). Paulus juga mengatakan kepada kita untuk “bersukacitalah senantiasa”
(I Tesalonika 5:16). Senantiasa. Tidak hanya ketika segala sesuatu berjalan sesuai dengan keinginan kita, namun bahkan (dan khususnya) ketika segala sesuatu berjalan sebaliknya. Praktekkanlah untuk memuji Tuhan ketika segala sesuatunya keliru, dan lihatlah bagaimana Tuhan meresponi iman kita.
-Mary
previous page |
|