Pembunuh Api Kasih #2 – Meninggalkan Tuntunan-Nya
Berolah-raga adalah sesuatu yang membuat Greg merasa muda kembali. Saya mengetahuinya sejak pertama kali saat kami kami membina hubungan. Di dalam kekaguman, saya menontonnya bermain (softball) di base pertama dan mendukung timnya. Namun, semuanya itu berubah setelah kami menikah dan mempunyai anak. Saya menjadi jengkel karena Greg mempunyai sebuah hobi rekreasi yang ia sangat sukai, dan saya memiliki anak-anak yang harus diasuh. Saya mulai tinggal di rumah dan membiarkan Greg pergi sendirian untuk hobinya itu. Saya mulai merasa bahwa softball sudah menjadi seorang “nyonya” yang mana menjadi lebih utama dibandingkan saya. Saya tidak dapat mengenali bahwa softball menjadi tempat penyaluran bagi suami saya untuk memulihkan kembali tenaga fisiknya, mentalnya, dan emosinya. Akhirnya, saya memberikan sebuah ultimatum yang sangat menakutkan - “kita atau softball.”
Tahun-tahun berikutnya, saya mendapati bahwa Greg sedang sekarat secara emosional. Ia tidak lagi bersukacita dan lebih banyak tertekan, tidak ada sarana bagi agresinya yang terpendam. Saya mendorong dia untuk berolahraga kembali dan bahkan saya menghadiri beberapa latihannya dengan anak-anak. Seiring waktu, semangatnya untuk hidup tumbuh kembali.
Pembunuh Api Kasih #3 – Membandingkan Apel dengan Jeruk
Bagaimana jika suami Anda seringkali membandingkan Anda dengan wanita-wanita lain dan mengeluh tentang bagaimana Anda tidak secantik atau seceria isteri-isteri yang lain? Apakah Anda merasa terluka? Tentunya pasti demikian.
Coba bayangkan apa yang dirasakan oleh suami Anda ketika ia dibandingkan dengan pria-pria lain dan ternyata ia tidaklah sebanding. Renungkanlah beberapa komentar berikut ini, dan tanyakan pada diri Anda jika Anda pernah mengutarakan hal-hal seperti ini:
-
“Suaminya masih mengirimkan kartu dan bunga dan mengajaknya makan malam bersama. Mengapa kamu tidak melakukan hal yang sama pada-ku lagi?”
-
“Kadang-kadang aku ingin ayah-ku berada di sini untuk melakukan segala perbaikan rumah. Ia (suami-ku) seharusnya sudah memperbaikinya kemarin!”
-
"Aku merasa spesial ketika teman kerja pria berbicara kepada-ku dan bertanya bagaiman kabar-ku. Kenapa kamu tidak bisa menunjukkan perhatian yang lebih?”
-
“Anda bisa mengatakan ia sangat mencintai istri-nya – ia memberi banyak perhatian akan tamannya tanpa istrinya harus menyuruhnya. Bagaimana menurut-mu apa yang aku rasakan tentang taman kita?”
-
Membanding-bandingkan seperti ini akan memadamkan api kasih suami Anda dengan cepat. Ini seakan-akan sang isteri berkata, ”Kamu tidak cukup baik untukku.”
previous page | next page |
|