Pembunuh Api Kasih #4 – Menjadi Maha benar dan Mengendalikan
Banyak para istri (termasuk saya sendiri) seringkali seperti ini. Seorang suami berkata, ”Istri saya kelihatannya selalu berpikir bahwa cara dia adalah satu-satunya cara untuk melakukan sesuatu, khususnya ketika berhubungan dengan tagihan-tagihan, pekerjaan rumah, dan anak-anak.  Ia tidak mengijinkan saya untuk memberikan ide untuk menyelesaikan sesuatu, ini adalah jalannya atau jalan tol.”

Namun cobalah renungkan berikut ini: selama segala sesuatu berjalan dengan baik, apakah para suami sungguh harus bertindak sesuai dengan cara kita? Hanya jika kita mau membuat para suami kita jengkel menolong kita.

Suami yang lain berkata, ”Ketika saya tidak setuju akan sesuatu, istri saya memainkan ”kartu Tuhan” pada saya. Ia kembali pada saya dengan, ‘Saya sudah berdoa untuk ini; bagaimana dengan kamu? Atau ‘Sesungguhnya, saya telah merasakan bahwa Tuhan berkata kepada saya ...’ Saya percaya dia bisa mendengarkan suara Tuhan, tapi saya tidak senang ketika dia memperlakukan seakan saya tidak bisa.”  “Kartu Tuhan” sebenarnya adalah sebuah bentuk dari manipulasi. Dapatkah Anda membayangkan bagaimana perasaan Tuhan ketika kita menggunakan nama-Nya untuk membenarkan upaya kita untuk mengendalikan para suami kita?

Tentu saja, para wanita pengontrol akan berkata bahwa mereka harus seperti ini karena suami-suami mereka sangatlah pasif. Namun seperti pertanyaan “Mana yang datang terlebih dahulu – ayam atau telur?”, lebih berharga menanyakan pada diri kita sendiri : Apakah saya mengendalikan karena dia terlalu pasif, atau apakah ia begitu pasifnya dikarenakan saya terlalu mengendalikan?
 
Dan, Tuhan lebih menaruh perhatian terhadap pernikahan kita dibandingkan dengan kita sendiri, dan Dia akan memberkati setiap usaha kita. Kita dapat melakukan bagian kita dengan menyadari bahwa kita bukanlah satu-satunya orang dengan berbagai kebutuhan emosional, dan dengan meminta Tuhan untuk menolong kita menghormati dan peduli akan hati suami kita. Dan melalui Roh Kudus-Nya, kita akan melihat setiap percikan kecil menyala, yang akan menyalakan api di dalam pernikahan kita sekali lagi.
Anda tidak dapat memaksakan sebuah keintiman yang menciptakan kebahagiaan, namun Anda bisa menginspirasikan itu!

previous page