Mengapa di setiap aktifitas pelayanan wanita selalu menggunakan bunga-bunga berwarna merah muda sebagai bagian dari logo mereka? Sungguh, saya menyukai bunga dan kulit saya sangat cocok dengan warna merah muda - namun saya tidak dapat memberitahu apakah bunga-bunga yang lembut itu cukup mewakili berbagai warna akan pelayanan wanita.

Kadang-kadang wanita adalah para ibu yang peduli dan lembut, teman yang simpatik, dan pelaku dari berbagai bentuk keindahan dari Tuhan. Namun, ada saat-saat di mana wanita dipanggil untuk menjadi pohon yang besar, dengan akar-akar iman dan hikmat yang kuat. Saya kuatir kita kadang-kadang terlalu banyak memusatkan diri kita untuk mengembangkan hal-hal yang telah lalu dan kurang mengolah yang sekarang.

Kadangkala saya merasa bersalah untuk hal ini. Saya memilih untuk mengambil acara kegiatan-kegiatan Kristen yang gampang dan dapat diterima dari pada cara Roh Kudus. Dan dengan melakukan itu, saya menciptakan sebuah topeng iman: sebuah gambaran akan penerimaan kekristenan dari luar saja, didukung oleh tak ada yang lain selain pemusatan kepada diri sendiri yang dangkal. Namun, jika iman saya harus bertahan terhadap masa-masa yang sulit dan belajar lebih dalam lagi dibanding cerita-cerita papan flanel, maka saya tidak boleh bergantung pada catatan kehadiran sekolah Minggu atau resep makanan yang terkenal untuk mendukung saya.

Syukurlah, firman Tuhan memberikan kepada kita sebuah pandangan tiga dimensi yang lengkap akan wanita, dan seperti mereka, iman kita dapat bisa menjadi lebih dari sekedar cantik dan sederhana. Menurut pendapat saya, teladan terbaik dari iman yang berani adalah para nabi-nabi wanita. Nabi-nabi wanita ini berbicara secara langsung dari firman Tuhan kepada bangsa-Nya, menggantikan kabar-kabar buruk dengan kabar baik. Mereka diingat, bukan karena ketrampilan mereka, kemampuan mengasuh anak, ataupun kecantikan mereka, namun karena keberanian mereka menyatakan firman Tuhan.

next page