Nabiah Hulda menyampaikan sebuah pesan kepada Raja Yosia: Tuhan akan mendatangkan malapetaka atas Yehuda, dan Dia akan menghindarkan Yosia untuk melihat segala malapetaka itu (II Raja-raja 22:14-20). Nabi Hana, yang menyaksikan bayi Kristus, ”mengucap syukur kepada Allah dan berbicara tentang Anak itu kepada semua orang yang menantikan kelepasan untuk Yerusalem” (Lukas 2:38). Debora, Priskila, istri Yesaya, dan empat anak perempuan Filipus adalah juga para nabi perempuan.
Walaupun kantor sang nabi sekarang tidak ada, sama seperti gereja-gereja yang terdahulu, bentuk pelayanan ini masih tetap bertahan di dalam diri orang-orang yang memberitakan kebenaran, sebagaimana terungkap dalam Alkitab. Kenabian semacam ini telah berlangsung sepanjang sejarah, khususnya selama gereja mula-mula.
Buku Foxe yang berjudul Book of Martyrs (buku tentang Martir) menceritakan wanita-wanita seperti Blandina, yang digantung di hadapan hewan-hewan buas agar memangsanya supaya ia tidak memberitakan imannya. Tapi, hewan-hewan tersebut menolak. Usaha kedua dari algojo, ia disiksa bersama dengan seorang anak laki-laki yang berusia 15 tahun. Kata-kata yang diucapkan Blandina telah menguatkan anak itu, dan ia juga, mempertahankan pengakuan imannya hingga tewas. Orang percaya lainnya, Agatha, tetap bertahan di dalam siksaan besi-besi panas dan pengait-pengait tajam, lalu kemudian dibaringkan di atas batu bara dan kaca panas.
Para nabi wanita yang ada di dalam Alkitab dan mati sebagai martir ini lebih dari pada apa yang terlihat dari penampilan luarnya, dan sekarang mereka menginspirasikan saya untuk menjadi jurubicara aktif bagi Tuhan. Saya menemukan tiga sifat yang pantas ditiru sebagai teladan.
previous page | next page |
|