Berbicaralah kebenaran pada dunia, walaupun tidak ada yang mau mendengar. Kita semua dipanggil untuk menegakkan kebenaran firman Tuhan, bahkan pada saat orang-orang tidak tertarik atau memusuhinya. Ini tidaklah berarti bahwa Anda memaksa keyakinan Anda kepada orang lain, namun lebih dari itu, Anda tidak malu untuk menunjukkan kebutuhan akan seorang Juruselamat.
 
Akuilah bahwa pendapat Anda sendiri kadang-kadang bisa keliru. Pendapat pribadi dari seorang nabi kadang-kadang dapat berbeda dengan pesan Tuhan. Kita tahu bahwa Samuel mengira Tuhan akan memilih salah satu dari putra-putra tertua Yesse untuk menjadi raja berikutnya, namun Roh Tuhan mengoreksinya. Menjadi seorang nabi bukanlah berarti bahwa Anda selalu benar, melainkan Tuhan. Melalui pernyataan akan firman-firman-Nya yang tercatat di dalam Alkitablah yang memampukan kita untuk berkata benar, dan dengan Roh Kudus-lah kita bisa melakukannya di dalam kasih.

Berani di dalam menghadapi penganiayaan.
   Kita tahu bahwa gereja di seluruh dunia setiap hari mengalami penderitaan aniaya, namun jika Anda seperti saya dan hidup dalam kemerdekaan beragama di Amerika Serikat, maka Anda mungkin merasa bahwa iman Anda tidak akan pernah diuji. Memang, aniaya kita datang secara tidak terduga dan sedikit terlihat secara fisik.

   Di dalam budaya Amerika, dimana penyesuaian dan penerimaan secara sosial adalah sebuah kekuatan yang berpengaruh, Anda mungkin akan dikesampingkan karena meyakini bahwa aborsi tidak dapat diterima secara etika, atau dicap sebagai fanatik yang menganggap pernikahan sebagai kesatuan antara seorang pria dan seorang wanita. Bagaimanapun, disamping kata-kata kasar dan penolakan sosial, Tuhan masih memimpin jurubicara-Nya untuk menyampaikan berbagai alasan yang alkitabiah untuk semua keyakinan tersebut.  

   Hanya ada satu penghambat yang menghalangi kemampuan kita untuk mengembangkan semua sifat-sifat ini yakni: diri kita sendiri. Kita harus menyeimbangkan kehidupan kita sedemikian sehingga kita tidak menolak membaca, mempelajari, dan membiasakan diri kita dengan firman Tuhan, karena kita tidak dapat memproklamirkannya jika kita tidak mengetahui apa yang disampaikan oleh firman. Keluarga, pekerjaan, dan gereja menuntut jadwal kita juga, jadi menemukan waktu bukanlah perkara yang mudah, namun ini merupakan sesuatu yang penting.

   Karena ada kabar yang baik maupun buruk yang hendak disampaikan…dan iman kita harus lebih kuat dibandingkan dengan semua bunga dan tatakan flanel tersebut.

previous page