Prinsip. Banyak orang yang dapat mengutip Kitab Amsal 22:6 dengan mudah: “Didiklah orang muda menurut jalan yang patut baginya, maka pada masa tuanyapun ia tidak akan menyimpang daripada jalan itu.” Namun, seringkali mereka menemui kesulitan untuk memperlihatkan kepada anak-anak mereka akan kasih Tuhan yang tak bersyarat – satu hal yang membuat kita tetap pada jalur yang benar.
Tetaplah yakin untuk mengajarkan anak-anak Anda bahwa Tuhan mengasihi mereka dan memiliki rencana atas kehidupan mereka (Yeremia 29:11). Sekali mereka menangkap semua prinsip penting ini, mereka akan memiliki dasar yang kuat dalam mengatasi berbagai tantangan hidup.
Timotius sangatlah lembut dan mau diajar pada saat berjumpa dengan rasul Paulus, sehingga ia seketika itu juga ingin anak muda ini ada di dalam timnya. Ini adalah bukti bahwa Timotius memegang iman ibunya daripada mencampakkannya sebagai suatu yang usang dan tidak relevan. Banyak orang-tua saat ini yang menghadapi tantangan di dalam menurunkan iman mereka ke generasi berikutnya. Saran saya kepada Anda adalah untuk meyakinkan bahwa apapun yang Anda lakukan, ambillah waktu untuk mendengarkan ketika anak-anak Anda sedang berbicara.
Dengan mendengarkan anak-anak kita, kita menyampaikan ketertarikan akan berbagai cita-cita, harapan, keinginan, tujuan, dan kesedihan mereka. Anak-anak menghadapi berbagai tekanan yang sangat hebat di tengah masyarakat yang dikelilingi oleh berbagai macam godaan. Mendengarkan apa yang mereka katakan dan apa yang tidak mereka katakan akan menambah kedekatan Anda dan sangat bermakna terhadap hubungan Anda dengan mereka.
Satu hal lagi yang saya nasihatkan kepada para orang-tua adalah janganlah merasa mereka harus berkotbah kepada anak-anak mereka dengan sebuah Alkitab yang terbuka. Di dalam menangani anak-anak saya sendiri, saya selalu membawa firman Tuhan bersama saya. Namun, di saat membicarakan berbagai situasi kehidupan mereka, saya biasanya memulai dengan menanyakan apa yang sedang mereka hadapi.
Makan malam adalah sebuah kesempatan besar untuk berdiskusi. Ini adalah waktu dimana semua anggota keluarga bisa berkumpul bersama untuk menceritakan hari mereka. Ketika sebuah masalah disebutkan (dan ini biasanya terjadi), Anda bisa berkata seperti ini, ”Menurutmu apa yang akan Tuhan katakan tentang masalah ini?” atau “Tuhan ingin memberikan kepadamu yang terbaik, jadi mari kita dengarkan apa yang disampaikan oleh firman Tuhan. ”Saya lakukan ini bertahun-tahun terhadap Andy dan Becky. Mereka akan berbicara terlebih dahulu, dan kemudian kita akan membuka Alkitab dan mencari semua jawabannya.
Jika seorang anak merasa bahwa ia akan dikuliahi dengan firman Tuhan, maka ia akan beralih darinya. Namun, jika ia menyadari bahwa Anda sungguh ingin memahami apa yang sedang ia hadapi, maka ia akan lebih terbuka untuk menyampaikan apa yang ada di dalam hatinya. Dia juga akan semakin mengetahui bahwa ia dapat berpaling kepada Tuhan untuk segala jawaban atas semua masalahnya. Cara pendekatan seperti ini dapat membantu anak-anak Anda untuk mengembangkan rasa percaya di dalam Tuhan.
previous page | next page |
|