Bila Anda menerima Kristus sebagai Juruselamat Anda, dan mengakui bahwa Anda memerlukan Dia, maka Dia akan mengisi hati Anda dengan kasih yang jauh lebih besar daripada yang dapat Anda bayangkan. Pertama-tama, Anda akan memeroleh jaminan kehidupan kekal. Tiba-tiba saja Anda memiliki kemampuan untuk memahami bahwa Anda akan hidup selama-lamanya bersama dengan Allah, pribadi yang menciptakan Anda, yang mengetahui segala sesuatu tentang diri Anda, dan yang mengasihi Anda dengan sempurna. Kedua, bila Anda berdoa dan meminta-Nya untuk membersihkan segala dosa Anda, maka Dia pasti akan melakukannya bahkan lebih lagi. Dia akan memulihkan kehidupan Anda dengan cara yang tidak dapat diberikan oleh dunia ini. Selama ini mungkin Anda kehilangan sukacita oleh karena kehidupan di dalam dosa, namun kehidupan kekal Anda bersama Kristus terjamin selamanya sejak Anda menerima Dia dan kasih-Nya.
Di dalam Lukas 4:18, Yesus membacakan dari kitab Yesaya untuk orang-orang yang berada di dalam bait Allah, “Roh Tuhan ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku, untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas.” Istilah Yunani yang diterjemahkan dengan “kabar baik”, secara harafiah berarti “kabar baik dari medan perang.” Itu adalah kata-kata pengharapan dari Juruselamat bagi mereka yang tengah bergumul melawan ketakutan, keraguan, dukacita, dan luka emosi yang dalam. Secara harafiah, Allah mengirimkan pesan penghiburan kepada mereka yang terkurung dalam belenggu keputusasaan, seolah-olah Dia berkata, “Aku menyediakan kemenangan di dalam peperangan ini, dan jalan untuk mengalami kemenangan itu hanya melalui Aku.”
Satu-satunya Solusi bagi Hati yang Luka
Pesan Allah yang sanggup memerdekakan Anda adalah pesan kemerdekaan yang tidak pernah usang. Orang muda yang saya ajak bicara di hari Minggu itu belum pernah mendengar kebenaran tentang kasih Allah yang dapat diresponi oleh hatinya. Seperti Bartimeus sang pengemis yang buta, ia pun buta akan kebenaran Allah mengenai dirinya, dan juga buta akan kasih Kristus.
Markus memberitahu kita, “Bartimeus…' duduk di pinggir jalan. Ketika didengarnya, bahwa itu adalah Yesus orang Nazaret, mulailah ia berseru: ‘Yesus, Anak Daud, kasihanilah aku!’ Banyak orang menegurnya supaya ia diam. Namun semakin keras ia berseru: ‘Anak Daud, kasihanilah aku!’
“Lalu Yesus berhenti dan berkata: ‘Panggillah dia!’ Mereka memanggil orang buta itu…' Lalu ia menanggalkan jubahnya, ia segera berdiri dan pergi mendapatkan Yesus. Tanya Yesus kepadanya: ‘Apa yang kau kehendaki supaya Aku perbuat bagimu?’ Jawab orang buta itu: ‘Rabuni, supaya aku dapat melihat!’ Lalu kata Yesus kepadanya: ‘Pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau!’ Pada saat itu juga melihatlah ia, lalu ia mengikuti Yesus dalam perjalanan-Nya” (Markus 10:46-52).
previous page | next page |
|