
Segala taktik iblis tidak pernah berubah di sepanjang sejarah. Mengapa? Karena taktik-taktiknya itu terbukti sangat efektif! Cukup bagi dia untuk mengulangi taktik-taktiknya itu, dan orang-orang pun berjatuhan dibuatnya!
Di dalam pencobaan misalnya, salah satu taktik utama iblis adalah menjaga perhatian kita tetap terfokus pada obyek dari keinginan kita. iblis tidak ingin perhatian kita beralih kepada hal-hal yang lain, dan tentu saja ia tidak ingin bila kita memikirkan tentang Allah. Bila Iblis berhasil menipu kita untuk tetap mengarahkan perhatian kita pada sesuatu yang kita inginkan, maka kekalahan kita pun tinggal soal waktu.
Karena itu, cara yang pasti ampuh untuk mencapai kemenangan atas pencobaan adalah dengan mengarahkan mata kita tetap terbuka kepada Allah, kepada situasi saat itu, dan kepada akibat yang dapat ditimbulkannya. Kejadian 39:1-9 mengajarkan kita contoh yang sangat indah tentang strategi ini.
Adapun Yusuf telah dibawa ke Mesir; dan Potifar, seorang Mesir, pegawai istana Firaun, kepala pengawal raja, membeli dia dari tangan orang Ismael yang telah membawa dia ke situ. Tetapi TUHAN menyertai Yusuf, sehingga ia menjadi seorang yang selalu berhasil dalam pekerjaannya; maka tinggallah ia di rumah tuannya, orang Mesir itu.
Setelah dilihat oleh tuannya, bahwa Yusuf disertai TUHAN dan bahwa TUHAN membuat berhasil segala sesuatu yang dikerjakannya, maka Yusuf mendapat kasih tuannya, dan ia boleh melayani dia; kepada Yusuf diberikannya kuasa atas rumahnya dan segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf. Sejak ia memberikan kuasa dalam rumahnya dan atas segala miliknya kepada Yusuf, TUHAN memberkati rumah orang Mesir itu karena Yusuf, sehingga berkat TUHAN ada atas segala miliknya, baik yang di rumah maupun yang di ladang. Segala miliknya diserahkannya pada kekuasaan Yusuf, dan dengan bantuan Yusuf ia tidak usah lagi mengatur apa-apapun selain dari makanannya sendiri. Adapun Yusuf itu manis sikapnya dan elok parasnya. Selang beberapa waktu isteri tuannya memandang Yusuf dengan berahi, lalu katanya: "Marilah tidur dengan aku." Tetapi Yusuf menolak dan berkata kepada isteri tuannya itu: "Dengan bantuanku tuanku itu tidak lagi mengatur apa yang ada di rumah ini dan ia telah menyerahkan segala miliknya pada kekuasaanku, bahkan di rumah ini ia tidak lebih besar kuasanya dari padaku, dan tiada yang tidak diserahkannya kepadaku selain daripada engkau, sebab engkau isterinya. Bagaimanakah mungkin aku melakukan kejahatan yang besar ini dan berbuat dosa terhadap Allah?"
next page
|
|