29 Juli 2008 -- Selasa

Mengubah Keraguan Menjadi Iman | Mazmur 19:8-12

Saat-saat keraguan dapat muncul di dalam kehidupan orang percaya. Barangkali sesudah kita berdoa tentang suatu masalah, solusinya tidak kunjung kita dapatkan. Mungkin kita telah menaati Allah, namun situasi malah semakin memburuk. Atau kritikan membuat kita kita meragukan kemampuan kita untuk menjalankan rencana-Nya.

Membiarkan keraguan sesungguhnya dapat menghalangi:
Persekutuan kita dengan Allah. Orang-orang percaya diperintahkan untuk hidup oleh iman, sebab hanya itulah satu-satunya cara untuk dapat hidup berkenan kepada Allah (Roma 1:17; Ibrani 11:6). Keraguan akan memotong iman dan menimbulkan perasaan tidak aman.
Kehidupan doa. Doa-doa kita menjadi tidak efektif bila kita tidak dapat memercayai Allah. Kalimat “Tidak ada yang mustahil” hanya berlaku bagi orang yang percaya kepada Allah tanpa keraguan (Matius 21:21).

Pelayanan di dalam kerajaan-Nya. Allah meminta setiap anak-Nya untuk melakukan tugas yang telah Dia tetapkan, namun Dia tidak akan membiarkan kita berjalan sendirian. Dia berjanji memberikan Roh Kudus-Nya guna memampukan kita dalam menggenapi rencana-Nya. Bila kita ragu-ragu, kita akan gagal menjawab panggilan Allah, dan tidak melakukan bagian kita di dalamnya.

Berkat-berkat. Keraguan melahirkan sikap tawar hati, yang akhirnya akan merusak sukacita kita di dalam Tuhan dan damai sejahtera yang diberikan Yesus (Yohanes 14:27).
Keraguan dapat muncul dari berbagai sumber, misalnya dosa yang tidak diakui, rasa bersalah yang terus-menerus, fokus pada keadaan dan bukannya pada Tuhan, kesalahpahaman atau sikap masa bodoh terhadap firman Allah.

Bila keraguan muncul, lakukanlah beberapa langkah sederhana berikut ini: 1) Kenalilah bagian mana di dalam pemikiran Anda yang menyebabkan Anda tidak memercayai Allah; 2) Ingatlah kapan Dia dengan setia menopang dan membawa Anda melewati pengujian; dan 3) Ketahuilah janji atau sifat Allah yang menunjukkan jalan kepada iman.