28 Juli 2008 -- Senin

Pergumulan Melawan Keraguan | Yakobus 1:5-8

Memercayai janji-janji Allah di dalam Alkitab sungguh memerlukan iman. Di dalam Ibrani 11:1, iman digambarkan sebagai “dasar dari segala sesuatu yang kita harapkan dan bukti dari segala sesuatu yang tidak kita lihat.” Ketika kita diselamatkan, kita percaya melalui iman bahwa kita adalah orang berdosa yang harus dihukum mati, namun kita diselamatkan oleh Allah melalui pengorbanan Anak-Nya Yesus. Kita juga mengetahui bahwa Allah telah mengangkat kita sebagai anak-Nya, dan bahwa kita akan hidup bersama dengan-Nya di surga selama-lamanya.

Sejak saat itu, banyak dari antara kita harus bergumul untuk memercayai dengan konsisten bahwa janji-janji Allah itu benar adanya dan dimaksudkan bagi kita. Iman mulai dikhamiri oleh keraguan. Kadang-kadang, oleh karena pilihan-pilihan yang salah yang kita buat, kita merasa tidak yakin akan kasih Allah atau pengampunan-Nya. Di lain waktu, terutama bila kehidupan terasa berat, kita meragukan apakah Dia akan benar-benar menyediakan semua yang kita perlukan. Bila doa-doa kita tidak mendapatkan jawaban seperti yang kita harapkan, kita mungkin bertanya apakah Tuhan sungguh-sungguh peduli terhadap kita atau bahkan berkuasa untuk menolong kita. Dan ketika kita menghadapi pencobaan yang datang silih berganti, kita mungkin mulai berpikir bahwa Allah tidak menyediakan jalan keluar bagi kita. Di dalam kasus-kasus seperti di atas, kita mengizinkan perasaan-perasaan dan situasi-situasi yang kita alami menentukan apa yang kita percayai.

Keraguan akan diubahkan menjadi keyakinan kepada Bapa surgawi bila kita dengan tekun memberi makan roh kita dengan firman Allah. Alkitab dapat dipercaya karena penulisnya yaitu Allah sendiri, 100% dapat dipercaya. Sementara kita mempelajarinya, Roh Kudus akan menolong kita untuk mengatasi setiap keraguan dan mengajarkan kita bagaimana caranya menjalani kehidupan yang berkemenangan.

Tuhan Yesus mengundang kita untuk membawa beban keraguan kita kepada-Nya. Kita dapat yakin bahwa Dia akan memberikan kita kelegaan (Baca Matius 11:28).