25 Juli 2008 -- Jumat

Tidak Ada Penghukuman, Yang Ada Hanyalah Kasih
Roma 8:1-2

Bapa surgawi sangat mengasihi semua anak-Nya. Betapa panjang, lebar, tinggi dan dalamnya kasih Allah sehingga kita tidak dapat mengukurnya (Baca Efesus 3:18). Kasih Allah itu tak berubah selama-lamanya. Tetapi seringkali kita memiliki emosi yang mengatakan kepada kita hal yang sebaliknya.

Di dalam pikiran kita, seringkali kita mengaitkan kasih Allah dengan perilaku kita. Bila kita merasa kita baik-baik saja, maka kita percaya bahwa kita dikasihi. Tetapi ketika kita membuat kesalahan, kita mulai mempertanyakan seberapa besarkah perhatian-Nya terhadap kita. Bila kesalahan ini terjadi beberapa kali, mungkin kita akan menyimpulkan bahwa Allah lebih sering tidak menyukai kita ketimbang mengasihi kita. Sebagian dari kita bahkan berpikir bahwa penghakiman Allah akan menimpa kita seperti awan yang hitam.

Kebenaran adalah, tidak ada penghukuman yang akan menimpa orang percaya. Segala sesuatu yang seharusnya menghukum kita di hadapan Allah telah ditaruhkan ke pundak Juruselamat kita di kayu salib. Di pengadilan Allah, Anak-Nya itu telah divonis bersalah menggantikan tempat kita, sehingga kita dapat dibebaskan dari penghukuman untuk selama-lamanya. Seolah-olah Allah memberi stempel pada catatan utang dosa kita dengan kata, “LUNAS”. Bagaimanapun parahnya pelanggaran kita—entah itu sebelum kita diselamatkan ataupun di masa mendatang—pelanggaran kita itu sudah dibayar oleh Tuhan Yesus dengan darah-Nya yang  tak bercacat cela. Sebagai orang percaya, kita tidak lagi harus membayar utang dosa kita kepada Allah.

Allah tidak dapat menolerir dosa apapun yang kita perbuat. Meskipun Dia adalah Bapa kita yang penuh kasih, Dia tetap akan mendisiplinkan kita untuk membawa kita kepada ke jalan-Nya (Ibrani 12:7). Dia juga mengizinkan kita untuk mengalami akibat dosa yang kita perbuat. Meski demikian, penghukuman Allah bukanlah sesuatu yang akan menimpa kita. Maukah Anda membuka hati dan pikiran Anda hari ini untuk menerima kasih-Nya?