23 Juli 2008 -- Rabu

Pergumulan Melawan Musuh | I Samuel 18:5-16

Iri hati adalah emosi yang berbahaya, seperti racun bagi orang percaya, karena sikap ini membuka hati orang kepada sekumpulan emosi berdosa lainnya. Karena itu iri hati harus segera ditangani sebelum ia sempat berakar.

Iri hati yang mendera Raja Saul menyetir pikirannya sampai ia pada akhirnya menjadi orang yang dirasuk oleh kepahitan dan menghancurkan hubungannya dengan Daud. Masalah dimulai ketika orang-orang lebih memuji Daud ketimbang Raja Saul. Mereka berkata, “Saul mengalahkan beribu-ribu musuh, tetapi Daud berlaksa-laksa” (I Samuel 18:7). Sang Raja mulai menaruh curiga dan mulai memerhatikan tanda-tanda bahwa Daud mungkin saja sedang mencoba untuk menggoyang posisinya. Meskipun Saul tidak pernah menemukan bukti untuk hal itu, pikirannya yang sudah dibutakan memandang setiap sukses yang diraih oleh prajurit muda itu sebagai alasan untuk ia melampiaskan amarahnya. Kepahitan dan ketakutan melanda sampai ia berniat untuk mencabut nyawa Daud, hanya supaya ia dapat menenangkan pikirannya.

Mungkin kita berpikir bahwa kita tidak akan pernah separah Raja Saul. Jangan terlalu yakin dahulu! Iri hati adalah emosi yang sangat kuat, dan tidak ada seorang pun yang dapat mengatakan apa yang akan ia lakukan bila iri hati telah melepaskan kendali dirinya. Itulah sebabnya sangat penting bagi kita untuk menangani sifat ini sesegera mungkin. Pertama, kita harus menguji hati kita dan merenungkan apakah ada seseorang yang menimbulkan perasaan curiga, kepahitan, permusuhan maupun amarah. Kemudian, kita harus menundukkan perasaan-perasaan itu kepada Tuhan di dalam doa.

Iri hati dan amarah adalah emosi beracun yang sungguh tidak cocok dengan jatidiri kita sebagai anak-anak Allah. Sedikit racun saja dapat menjadi sangat berbahaya bagi hidup kita. Karena itu jangan biarkan sikap itu hinggap di dalam kehidupan kita. Singkirkanlah itu dengan kuasa Roh Kudus.