18 Juli 2008 -- Jumat

Pergumulan Melawan Rasa Bersalah | I Yohanes 1:5-9

Bagaimana cara orang percaya mengatasi rasa bersalah yang mereka alami, sangat dipengaruhi oleh pemahaman mereka tentang rasa bersalah itu. Rasa bersalah berarti suatu perasaan berdosa karena melakukan suatu kesalahan suatu konflik emosi yang timbul dari pemikiran selanjutnya tentang suatu pemikiran atau tindakan sebelumnya. Sangat penting bagi kita untuk dapat memahami metode alkitabiah mengenai cara melenyapkan perasaan ini.

Banyak orang percaya didera oleh rasa bersalah yang sesungguhnya tidak berakar di dalam dosa. Rasa bersalah yang palsu itu terbentuk dengan berbagai cara:

Gereja yang terjebak ke dalam legalisme dapat mendorong perasaan yang tidak sehat ini. Mungkin beberapa anggotanya tidak melakukan “kewajiban” dengan baik, misalnya tidak mengikuti persekutuan doa, studi Alkitab dan bersaksi. Atau mereka melakukan sesuatu yang dikategorikan oleh yang lainnya sebagai tindakan yang salah, meskipun tidak ada dasar alkitabiah untuk menyalahkan tindakan mereka itu.

Ingatan buruk tentang pelecehan yang pernah dialami di masa kecil seringkali membawa orang untuk percaya bahwa ia memang pantas dipersalahkan untuk dosa yang telah diperbuatnya.

Mendengarkan kritikan orang percaya lainnya dapat menyebabkan penilaian diri yang rendah. Tanpa pemahaman yang benar, seorang percaya dapat merasa bahwa ia tidak dapat mencapai standar Allah atau dunia.

Rasa bersalah yang berdasarkan Alkitab adalah suatu kecemasan di dalam roh oleh karena dosa tertentu yang telah dengan sengaja diperbuat oleh seseorang. Semua penyebab rasa bersalah itu pada dasarnya memiliki kesamaan: semuanya itu bukanlah hasil dari perilaku yang berdosa. Perasaan seperti itu dapat menjadi alat Iblis untuk menyerang umat Allah.

Bila kita memahami bahwa rasa bersalah yang sejati berasal dari Roh Kudus di dalam roh kita oleh karena kasih-Nya, guna memperbaiki kesalahan tertentu yang kita lakukan, maka kita dapat menolak usaha Iblis untuk mengacaukan kita dengan dustanya. Apapun penyebab rasa bersalah, semuanya harus dicabut dari kehidupan orang percaya.