Bagaimanapun bentuk pencobaan yang kita alami dalam hidup kita, musuh kita memakai suatu proses standar untuk menarik kita keluar dari jalur Allah. Dan caranya itu sampai hari ini terbukti efektif.
Pertama, kita mulai memikirkan obyek keinginan kita. Kita bermain-main dengan hal itu di dalam pikiran kita, membayangkan apa yang akan kita rasakan jika obyek itu kita miliki atau alami. Hal ini sebenarnya sangat mengherankan. Mengapa? Karena kita tidak peduli lagi seberapapun banyaknya berkat Allah telah dicurahkan ke atas kita, kita tetap berfokus pada sesuatu yang belum kita miliki atau alami itu! Kita harus bertanya kepada diri sendiri, Maukah Iblis mengarahkan kembali fokusku pada hal-hal yang dari Allah?
Ingatlah, Iblis selalu ingin memisahkan kita dari Allah. Bila ia berhasil mengarahkan pandangan kita menjauh dari Allah, dan menaruh perhatian kita pada apa yang kita rasa kurang, maka ia dapat membawa kita kepada pencobaan.
Kedua, pikiran-pikiran itu akan terus berkembang sampai akhirnya memberikan jalan bagi keinginan yang tak tertahan lagi. Hasrat yang sangat kuat ini adalah puncak dari imajinasi kita. Kita tidak lagi puas untuk menikmati obyek tersebut di dalam pikiran kita, kini kita harus benar-benar memiliki atau mengalaminya.
Ketiga, hasrat itu membawa kepada pilihan. Inilah saatnya kita mengambil keputusan. Kita akan menyerah pada dosa ataukah kita menyingkirkannya?
Melalui Roh Kudus, kita diberikan kemampuan dan kuasa untuk menjauhi setiap tahap dalam proses pencobaan di atas. Kita selalu memiliki cara untuk mengendalikan situasi, seberapapun banyaknya momentum itu telah terbentuk.
Apakah Anda merasa seolah-olah Anda tidak berdaya menghentikan pencobaan yang semakin kuat? Memahami sifat dari prosesnya yang progresif akan menolong Anda untuk berdiri teguh menghadapi setiap taktik musuh.
|