Anugerah adalah kata yang sangat luar biasa. Kata ini menggambarkan berkat Allah yang tak terukur. Sebagai anak-anak Allah, kitalah yang menjadi penerima berkat itu, yang dicurahkan ke atas kita oleh Bapa kita di surga. Mari kita melihat bagaimana kita mengalami ungkapan kasih-Nya yang mengagumkan ini.
Kebaikan Allah dapat terlihat di dalam keselamatan kita, sebagaimana dikatakan di dalam Efesus 2:8, “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman.” Sesungguhnya kita tidak layak menerima berkat itu. Tidak ada sesuatu pun di dalam diri kita yang dapat mendorong Allah untuk menyelamatkan kita. Tindakan-Nya itu semata-mata keluar dari kebaikan-Nya. Oleh anugerah-Nya, kita diperdamaikan dengan-Nya dan diangkat menjadi anggota keluarga-Nya. Dia mengorbankan Anak-Nya yang terkasih, Yesus Kristus, demi kita.
Anugerah juga menciptakan atmosfir bagi kita dalam menjalani kehidupan Kristen kita. Pada saat kita diselamatkan, kita dipindahkan dari kerajaan kegelapan ke dalam kerajaan terang (Kolose 1:12-13). Di sini kita mengenakan identitas kita yang baru sebagai anak-anak Allah, dan menjalankan rencana-Nya untuk memuliakan nama-Nya. Kedua hal tersebut pada akhirnya mendatangkan berkat yang tak terhitung banyaknya bagi kita.
Keindahan anugerah menjadi sedemikian mahalnya bila kita merenungkan bahwa dahulu kita adalah seteru Allah, hidup terpisah dari-Nya. Dahulu kita mati secara rohani, hidup menurut keinginan daging kita sendiri (Efesus 2:1). Namun kini melalui iman kepada Yesus sebagai Juruselamat kita, Allah telah membenarkan kita dan memberikan kepada kita kehidupan yang baru. Dia telah menyatakan bahwa kita memiliki hak untuk berdiri di hadapan-Nya (Roma 8:1). Semua dosa kita telah ditanggung oleh Kristus Yesus, dan kita telah dibenarkan secara permanen oleh darah-Nya yang mahal itu.
Sadarilah bahwa kini Anda tengah hidup di dalam atmosfir kebaikan Allah yang tak terbatas dan tak bersyarat. Terimalah kebenaran ini dan kemudian ucapkanlah syukur. |