|
Kumpulan Kesaksian
Martianus Gintign
- Medan
Tahun 1995 adik saya yang paling kecil berhenti sekolah pada kelas 2 SMA.Dia cerdas, tapi tidak disiplin (terpengaruh teman-temannya),sehingga dia dikeluarkan dari sekolah. Saya sangat sedih pada saat itu dan bertanya kepada Tuhan "Bagaimana jadinya masa depannya ya Bapa?" (sambil aku menangis sangat keras) , karena cuma dialah yang tidak menikmati pendidikan tinggi diantara kami 5 bersaudara dan dia yang paling kecil. Pada saat itu saya,sedang belajar di perguruan tinggi,tamat akhir 1997, dan mulai bekerja awal tahun 1998 di organisasi swasta. Tahun 2000, saya mengundurkan diri dan mencoba profesi sebagai petani. Aku mengajak dia ikut bertani bersamaku. Kami menanam cabe bersama dengan cara belajar dari buku bagaimana memananam cabe. Tapi kami tidak dapat lama bersama,hanya 1 tahun, saya tidak tahan melihat ibu saya begitu sedih karena profesi saya sebagai petani(maklum, paradigma orang kampung, seorang sarjana harus jadi pegawai). Kembali saya jadi karyawan diorganisasi swasta.
Sekarang, saya sangat bersyukur Kepada Tuhan. Adik saya itu sekarang jadi petani yang profesional, walaupun dia tidak tamat SMA, dia dapat mengelola lahan yang luas, asal ada hal baru yang ingin dia mulai, dia selalu meminta, saya untuk membelikan buku tentang pertanian. Ucapan syukur saya makin bertambah, karena paradigma orang tua saya sudah mulai berubah mengenai profesi bertani dan dia juga jadi teman orang tua saya yang sangat baik. Orang-orang di kampung juga sudah mulai menyadari hal ini, mereka kagum dengan cara kerja dia sebagai petani. Hal ini memperkuat iman saya tentang kebenaran firman Tuhan:
"Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai
kamu, demikianlah firman TUHAN, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan
rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh
harapan." (Yeremia 29:11)
"Terimakasih ya Bapa, rencanganmu sangat luar biasa dalam perjalanan hidup kami. Apa yang tak pernah kami pikirkan, itu yang Kau berikan kepada kami,amin".
Poppy Mutschler - Germany
Setelah beberapa bulan,ortu ( papi ),sakit,dan hanya terbaring di tempat tidur.Tgl 1 April'08,jam 23.00 papi pulang ke rumah Bapa di Surga dalam keadaan siap dan bagus.Thank you Jesus.Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang di kasihiNya.
Aries Rante - Samarinda
telah banyak yang telah TUHAN YESUS berikan keapa saya saat saya menganggur pada tahun 2004 - 2005 saya memohon kpd TUHAN YESUS agar diberikan pekerjaan dan istri yang baik dan seiman PUJI TUHAN dikabulkan dan sekarang TUHAN YESUS memberikan seorang anak hasil dari buah pernikahaan kami, PUJI TUHAN semua berkat KASIH SAYANG TUHAN kpd saya dan keluarga kami. saat kami terus berusaha untuk terus bersyukur kepada TUHAN berkat KUAT KUASANYA kami beroleh apa yang kami inginkan. TERPUJILAH TUHAN YESUS
|
|