Untitled Document
HOME
ABOUT US
DEVOTIONAL
ARTICLE
MAGAZINE
COUNSELING
PRAYER
TESTIMONY
DONATE
CONTACT US

 

Bagaimana Caranya Menghadapi Pencobaan Dengan Bijaksana-A

Ketika Anda menghadapi pencobaan, bagaimana reaksi pertama Anda? Apakah Anda mencari-cari alasan untuk apa yang Anda perbuat, karena Anda takluk terhadap pencobaan itu? Atau, apakah Anda melawannya dengan kuasa Roh Kudus? Sesungguhnya Allah itu setia. Ia tidak membiarkan Anda dicobai melampaui kemampuan Anda untuk menanggungnya. Ia memberi Anda jalan ke luar, supaya Anda dapat menanggungnya. Ia tidak mengatakan, Ia akan menyingkirkan pencobaan itu. Kadang Ia memang menyingkirkannya, tetapi kadang Ia mengijinkan terjadi.
Pertama, kita harus pahami beberapa hal yang berhubungan dengan pencobaan. Yaitu, pertama, pencobaan sebenarnya adalah suatu rayuan atau tawaran pada keinginan  yang  kita miliki dari Allah, melampaui batas-batas yang diberikan Allah. Begitu kita melanggarnya, bukan saja kita berdosa terhadap Allah, melainkan juga pada diri sendiri.

Alkitab mengatakan bahwa keduniawian, kedagingan, dan iblis, semuanya mencobai kita. Coba Anda lihat sekeliling Anda; semua iklan serta segalanya itu menggoda kita untuk membeli ini dan itu dengan berutang. Jika anda tergoda, Anda terjerumus ke dalam godaan untuk berutang, godaan seksual serta yang lain-lainnya.
Jadi, pencobaan itu sesungguhnya adalah rayuan atau tawaran di mana keinginan alami kita  melebihi  batas-batas yang Allah telah berikan kepada kita. Dan bukan hanya itu, sumbernya adalah dari Iblis, kedagingan kita, dan keduniawian kita.  Sehingga masalah yang sesungguhnya yang harus kita hadapi, adalah dari dalam diri kita sendiri.

Cara bekerja Iblis selalu dengan menipu. Ia selalu berusaha menipu kita dengan mengatakan yang” benar ‘itu ‘ tidak benar’, dan yang ‘tidak benar’ itu justru ‘benar’. Jadi, pencobaan itu dibangun atas dasar  khayalan kita. Yaitu kapasitas untuk membayangkan sesuatu yang kita inginkan, sesuatu yang ingin kita perbuat, suatu tempat yang ingin kita kunjungi, sesuatu yang ingin kita miliki. Kapasitas untuk merasakan kenikmatan tentang sesuatu tanpa benar-benar mengambil tindakan apapun.

Iblis memang tidak bisa memaksa Anda yang percaya, melakukan sesuatu, tetapi yang jelas ia dapat mengacaukan pikiran kita, kalau kita membiarkannya.
Jadi pencobaan selalu dimulai dengan pikiran, lalu khayalan, lalu keinginan, lalu kehendak, lalu membuat pilihan, lalu mengizinkannya dan memilih untuk melakukannya   maka  jadilah dosa.

Demikianlah, kita jangan sampai mengenyampingkan Allah dalam keadaan atau situasi apapun. Sebab kalau iblis berhasil menyempitkan fokus Anda, maka bisa rusaklah kehidupan Anda, baik secara fisik maupun non fisik.

Jadi, kita perlu memahami, segala hal menyangkut pencobaan, sumbernya, sifatnya, cara kerjanya, perbedaannya dibandingkan ujian, dan ide-ide yang salah  mengenai pencobaan. Dan akhirnya, ada suatu pembatasan ilahi terhadap pencobaan. Selama Anda percaya, iblis tidak akan dapat mencobai Anda melampaui apa yang sanggup Anda tanggung, sebab Allah yang mahakuasa tidak akan membiarkannya.