| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | - 9 - | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 |
| Terjemahan Baru | Bahasa Indonesia Sehari Hari | English [Amplified] |
| 9:1-29 = Pilihan atas Israel | ||
| (1) Aku mengatakan kebenaran dalam Kristus, aku tidak berdusta. Suara hatiku turut bersaksi dalam Roh Kudus, | (1) Apa yang akan saya katakan ini adalah benar karena saya milik Kristus. Saya tidak berdusta. Hati nurani saya yang dibimbing oleh Roh Allah, meyakinkan saya juga bahwa perkataan saya ini benar. | (1) I AM speaking the truth in Christ. I am not lying; my conscience [enlightened and prompted] by the Holy Spirit bearing witness with me |
| (2) bahwa aku sangat berdukacita dan selalu bersedih hati. | (2) Saya sangat sedih dan hati saya menderita | (2) That I have bitter grief and incessant anguish in my heart. |
| (3) Bahkan, aku mau terkutuk dan terpisah dari Kristus demi saudara-saudaraku, kaum sebangsaku secara jasmani. | (3) karena saudara-saudara saya yang sebangsa dengan saya. Sebab untuk mereka, saya sendiri rela dikutuk oleh Allah dan diceraikan dari Kristus. | (3) For I could wish that I myself were accursed and cut off and banished from Christ for the sake of my brethren and instead of them, my natural kinsmen and my fellow countrymen. |
| (4) Sebab mereka adalah orang Israel, mereka telah diangkat menjadi anak, dan mereka telah menerima kemuliaan, dan perjanjian-perjanjian, dan hukum Taurat, dan ibadah, dan janji-janji. | (4) Mereka adalah umat yang terpilih dan Allah menjadikan mereka anak-anak-Nya sendiri, serta menyatakan kuasa-Nya kepada mereka. Ia mengadakan perjanjian dengan mereka dan memberikan kepada mereka hukum agama. Allah memberitahukan kepada mereka bagaimana mereka harus beribadat dan mereka sudah menerima pula janji-janji-Nya. | (4) For they are Israelites, and to them belong God's adoption [as a nation] and the glorious Presence (Shekinah). With them were the special covenants made, to them was the Law given. To them [the temple] worship was revealed and [God's own] promises announced. |
| (5) Mereka adalah keturunan bapa-bapa leluhur, yang menurunkan Mesias dalam keadaan-Nya sebagai manusia, yang ada di atas segala sesuatu. Ia adalah Allah yang harus dipuji sampai selama-lamanya. Amin! | (5) Mereka adalah keturunan dari nenek moyang kita. Kristus secara manusia berasal dari bangsa mereka. Ia lebih tinggi dari semuanya. Terpujilah Allah untuk selama-lamanya! Amin. | (5) To them belong the patriarchs, and as far as His natural descent was concerned, from them is the Christ, Who is exalted and supreme over all, God, blessed forever! Amen (so let it be). |
| (6) Akan tetapi firman Allah tidak mungkin gagal. Sebab tidak semua orang yang berasal dari Israel adalah orang Israel, | (6) Saya tidak bermaksud mengatakan bahwa janji Allah sudah tidak berlaku lagi; tetapi bukan semua orang Israel adalah umat yang dipilih oleh Allah. | (6) However, it is not as though God's Word had failed [coming to nothing]. For it is not everybody who is a descendant of Jacob (Israel) who belongs to [the true] Israel. |
| (7) dan juga tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu." | (7) Tidak semua keturunan Abraham adalah anak-anak Allah. Sebab Allah berkata kepada Abraham, "Hanya keturunan Ishak sajalah yang akan disebut keturunanmu." | (7) And they are not all the children of Abraham because they are by blood his descendants. No, [the promise was] Your descendants will be called and counted through the line of Isaac [though Abraham had an older son]. |
| (8) Artinya: bukan anak-anak menurut daging adalah anak-anak Allah, tetapi anak-anak perjanjian yang disebut keturunan yang benar. | (8) Itu berarti bahwa keturunan Abraham yang menjadi anak-anak Allah, adalah hanya keturunannya yang lahir karena janji Allah; dan bukan semua keturunannya. | (8) That is to say, it is not the children of the body [of Abraham] who are made God's children, but it is the offspring to whom the promise applies that shall be counted [as Abraham's true] descendants. |
| (9) Sebab firman ini mengandung janji: "Pada waktu seperti inilah Aku akan datang dan Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki." | (9) Sebab janji Allah adalah sebagai berikut, "Pada waktu yang ditentukan, Aku akan kembali, dan Sara akan mempunyai seorang anak laki-laki." | (9) For this is what the promise said, About this time [next year] will I return and Sarah shall have a son. |
| (10) Tetapi bukan hanya itu saja. Lebih terang lagi ialah Ribka yang mengandung dari satu orang, yaitu dari Ishak, bapa leluhur kita. | (10) Dan ini juga: Ribka melahirkan dua orang anak laki-laki dari satu ayah, yaitu Ishak nenek moyang kita. | (10) And not only that, but this too: Rebecca conceived [two sons under exactly the same circumstances] by our forefather Isaac, |
| (11) Sebab waktu anak-anak itu belum dilahirkan dan belum melakukan yang baik atau yang jahat, --supaya rencana Allah tentang pemilihan-Nya diteguhkan, bukan berdasarkan perbuatan, tetapi berdasarkan panggilan-Nya-- | (11) Sebelum kedua orang anak itu lahir, Allah sudah menentukan pilihan-Nya untuk selanjutnya. Pilihan Allah itu tidak bergantung kepada apa yang dapat dilakukan oleh orang, tetapi bergantung kepada panggilan Allah sendiri. Sebab pada waktu kedua anak laki-laki Ribka itu belum dapat melakukan sesuatu yang baik atau yang jahat, | (11) And the children were yet unborn and had so far done nothing either good or evil. Even so, in order further to carry out God's purpose of selection (election, choice), which depends not on works or what men can do, but on Him Who calls [them], |
| (12) dikatakan kepada Ribka: "Anak yang tua akan menjadi hamba anak yang muda," | (12) Allah sudah mengatakan kepada Ribka, "Yang tua akan melayani yang muda." | (12) It was said to her that the elder [son] should serve the younger [son]. |
| (13) seperti ada tertulis: "Aku mengasihi Yakub, tetapi membenci Esau." | (13) Dalam Alkitab tertulis bahwa Allah berkata begini, "Yakub Aku kasihi, tetapi Esau Aku benci." | (13) As it is written, Jacob have I loved, but Esau have I hated (held in relative disregard in comparison with My feeling for Jacob). |
| (14) Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Apakah Allah tidak adil? Mustahil! | (14) Apakah kesimpulan kita sekarang? Bahwa Allah itu tidak adilkah? Sudah barang tentu Allah adil! | (14) What shall we conclude then? Is there injustice upon God's part? Certainly not! |
| (15) Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati." | (15) Sebab Allah berkata kepada Musa, "Aku akan menunjukkan rahmat kepada orang yang Aku mau menunjukkan rahmat, dan Aku akan menunjukkan belas kasihan kepada orang yang Aku mau menunjukkan belas kasihan." | (15) For He says to Moses, I will have mercy on whom I will have mercy and I will have compassion (pity) on whom I will have compassion. |
| (16) Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah. | (16) Jadi, keputusan Allah itu tidaklah bergantung kepada kerelaan manusia atau kepada usaha manusia, melainkan kepada kebaikan hati Allah saja terhadap orang yang dipilih-Nya itu. | (16) So then [God's gift] is not a question of human will and human effort, but of God's mercy. [It depends not on one's own willingness nor on his strenuous exertion as in running a race, but on God's having mercy on him.] |
| (17) Sebab Kitab Suci berkata kepada Firaun: "Itulah sebabnya Aku membangkitkan engkau, yaitu supaya Aku memperlihatkan kuasa-Ku di dalam engkau, dan supaya nama-Ku dimasyhurkan di seluruh bumi." | (17) Sebab dalam Alkitab tertulis, "Allah berkata kepada raja Mesir, 'Aku menjadikan engkau raja untuk satu maksud ini saja, yaitu supaya dengan engkau, Aku menunjukkan kekuasaan-Ku dan membuat nama-Ku termasyhur di seluruh dunia.'" | (17) For the Scripture says to Pharaoh, I have raised you up for this very purpose of displaying My power in [dealing with] you, so that My name may be proclaimed the whole world over. |
| (18) Jadi Ia menaruh belas kasihan kepada siapa yang dikehendaki-Nya dan Ia menegarkan hati siapa yang dikehendaki-Nya. | (18) Jadi, Allah berbelaskasihan kepada seseorang, kalau Allah menghendaki begitu. Dan Allah menyebabkan seseorang menjadi keras kepala, kalau Allah menghendaki demikian juga. | (18) So then He has mercy on whomever He wills (chooses) and He hardens (makes stubborn and unyielding the heart of) whomever He wills. |
| (19) Sekarang kamu akan berkata kepadaku: "Jika demikian, apa lagi yang masih disalahkan-Nya? Sebab siapa yang menentang kehendak-Nya?" | (19) Nah, Saudara akan berkata kepada saya, "Kalau begitu mengapa Allah masih mau menyalahkan manusia? Bukankah tidak seorang pun dapat mencegah keinginan Allah?" | (19) You will say to me, Why then does He still find fault and blame us [for sinning]? For who can resist and withstand His will? |
| (20) Siapakah kamu, hai manusia, maka kamu membantah Allah? Dapatkah yang dibentuk berkata kepada yang membentuknya: "Mengapakah engkau membentuk aku demikian?" | (20) Tetapi, Saudara! Saudara hanya manusia saja. Dan Saudara tidak boleh berani menyahut kepada Allah! Bolehkah pot kembang bertanya kepada orang yang membuatnya, "Mengapa engkau membuat saya begini?" | (20) But who are you, a mere man, to criticize and contradict and answer back to God? Will what is formed say to him that formed it, Why have you made me thus? |
| (21) Apakah tukang periuk tidak mempunyai hak atas tanah liatnya, untuk membuat dari gumpal yang sama suatu benda untuk dipakai guna tujuan yang mulia dan suatu benda lain untuk dipakai guna tujuan yang biasa? | (21) Bukankah orang yang membuat pot kembang itu berhak mengerjakan tanah liat itu sekehendak hatinya? Dari segumpal tanah liat, orang itu berhak membuat dua macam pot kembang: satu yang bagus, dan yang lainnya yang kurang bagus. | (21) Has the potter no right over the clay, to make out of the same mass (lump) one vessel for beauty and distinction and honorable use, and another for menial or ignoble and dishonorable use? |
| (22) Jadi, kalau untuk menunjukkan murka-Nya dan menyatakan kuasa-Nya, Allah menaruh kesabaran yang besar terhadap benda-benda kemurkaan-Nya, yang telah disiapkan untuk kebinasaan-- | (22) Begitu jugalah dengan apa yang dibuat oleh Allah. Ia berniat untuk melampiaskan kemarahan-Nya dan memperlihatkan kekuasaan-Nya. Namun Ia sabar terhadap mereka yang harus dihukum karena membuat Ia murka. | (22) What if God, although fully intending to show [the awfulness of] His wrath and to make known His power and authority, has tolerated with much patience the vessels (objects) of [His] anger which are ripe for destruction? |
| (23) justru untuk menyatakan kekayaan kemuliaan-Nya atas benda-benda belas kasihan-Nya yang telah dipersiapkan-Nya untuk kemuliaan, | (23) Allah juga berniat untuk menunjukkan kepada kita kebahagiaan berlimpah-limpah yang dicurahkan-Nya kepada kita yang dikasihani-Nya. Kita sudah disiapkan-Nya untuk menerima kebahagiaan itu. | (23) And [what if] He thus purposes to make known and show the wealth of His glory in [dealing with] the vessels (objects) of His mercy which He has prepared beforehand for glory, |
| (24) yaitu kita, yang telah dipanggil-Nya bukan hanya dari antara orang Yahudi, tetapi juga dari antara bangsa-bangsa lain, | (24) Kitalah yang sudah dipanggil-Nya, bukan hanya dari bangsa Yahudi, tetapi juga dari bangsa-bangsa lain. | (24) Even including ourselves whom He has called, not only from among the Jews but also from among the Gentiles (heathen)? |
| (25) seperti yang difirmankan-Nya juga dalam kitab nabi Hosea: "Yang bukan umat-Ku akan Kusebut: umat-Ku dan yang bukan kekasih: kekasih." | (25) Sebab dalam buku Nabi Hosea, Allah berkata, "Orang-orang yang bukan umat-Ku, akan Kusebut 'Umat-Ku'. Bangsa yang tidak Aku kasihi, akan Kusebut 'Kekasih-Ku'. | (25) Just as He says in Hosea, Those who were not My people I will call My people, and her who was not beloved [I will call] My beloved. |
| (26) Dan di tempat, di mana akan dikatakan kepada mereka: "Kamu ini bukanlah umat-Ku," di sana akan dikatakan kepada mereka: "Anak-anak Allah yang hidup." | (26) Dan di tempat di mana dikatakan kepada orang, 'Kamu bukan umat-Ku,' di situ orang-orang itu akan disebut anak-anak Allah yang hidup." | (26) And it shall be that in the very place where it was said to them, You are not My people, they shall be called sons of the living God. |
| (27) Dan Yesaya berseru tentang Israel: "Sekalipun jumlah anak Israel seperti pasir di laut, namun hanya sisanya akan diselamatkan. | (27) Nabi Yesaya berkata dengan tegas mengenai bangsa Israel, "Sungguh pun jumlah bangsa Israel sebanyak pasir di laut, hanya sedikit saja yang akan selamat; | (27) And Isaiah calls out (solemnly cries aloud) over Israel: Though the number of the sons of Israel be like the sand of the sea, only the remnant (a small part of them) will be saved [ from perdition, condemnation, judgment]! |
| (28) Sebab apa yang telah difirmankan-Nya, akan dilakukan Tuhan di atas bumi, sempurna dan segera." | (28) sebab Tuhan akan segera menjatuhkan hukuman terhadap seisi dunia." | (28) For the Lord will execute His sentence upon the earth [He will conclude and close His account with men completely and without delay], rigorously cutting it short in His justice. |
| (29) Dan seperti yang dikatakan Yesaya sebelumnya: "Seandainya Tuhan semesta alam tidak meninggalkan pada kita keturunan, kita sudah menjadi seperti Sodom dan sama seperti Gomora." | (29) Yesaya berkata begini juga, "Seandainya Allah Yang Mahakuasa tidak meninggalkan kepada kita keturunan, pasti kita semua sudah menjadi seperti Sodom dan Gomora." | (29) It is as Isaiah predicted, If the Lord of hosts had not left us a seed [from which to propagate descendants], we [Israel] would have fared like Sodom and have been made like Gomorrah. |
| 9:30 - 10:3 = Keselamatan bangsa-bangsa lain dan kesesatan orang Israel | ||
| (30) Jika demikian, apakah yang hendak kita katakan? Ini: bahwa bangsa-bangsa lain yang tidak mengejar kebenaran, telah beroleh kebenaran, yaitu kebenaran karena iman. | (30) Jadi, kesimpulannya ialah ini: Bangsa-bangsa lain yang bukan Yahudi tidak berusaha supaya hubungan mereka dengan Allah menjadi baik kembali. Tetapi karena mereka percaya, maka Allah membuat hubungan mereka dengan Dia menjadi baik kembali. | (30) What shall we say then? That Gentiles who did not follow after righteousness [who did not seek salvation by right relationship to God] have attained it by faith [a righteousness imputed by God, based on and produced by faith], |
| (31) Tetapi: bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu. | (31) Sebaliknya, orang-orang Yahudi selalu berusaha mentaati hukum supaya hubungan mereka dengan Allah menjadi baik kembali. Tetapi mereka justru tidak berhasil. | (31) Whereas Israel, though ever in pursuit of a law [for the securing] of righteousness (right standing with God), actually did not succeed in fulfilling the Law. |
| (32) Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan, | (32) Mengapa mereka tidak berhasil? Sebab mereka melakukan itu tidak melalui percaya kepada Allah, melainkan melalui usaha mereka sendiri. Maka mereka jatuh tersandung pada "Batu Sandungan". | (32) For what reason? Because [they pursued it] not through faith, relying [instead] on the merit of their works [they did not depend on faith but on what they could do]. They have stumbled over the Stumbling Stone. |
| (33) seperti ada tertulis: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu sentuhan dan sebuah batu sandungan, dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan." | (33) Mengenai batu itu di dalam Alkitab tertulis begini, "Perhatikanlah ini: Di Sion sudah Kuletakkan sebuah batu yang akan mengakibatkan orang tersandung; yaitu sebuah batu besar yang akan mengakibatkan orang jatuh. Tetapi orang yang percaya kepada-Nya tidak akan kecewa." | (33) As it is written, Behold I am laying in Zion a Stone that will make men stumble, a Rock that will make them fall; but he who believes in Him [who adheres to, trusts in, and relies on Him] shall not be put to shame nor be disappointed in his expectations. |
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | - 9 - | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 |
| Last Update : Sunday, 13 April 2008 | Kembali ke halaman utama | Created By OTAK INFO |
Jika ada pertanyaan, saran atau kritik tentang desain atau cara pemakaian (navigasi) atau yang berhubungan dengan isi alkitab dalam website ini, jika ada kata atau kalimat yang salah eja atau titik atau bahkan koma, maka jangan sungkan-sungkan untuk melaporkan (menghubungi) kepada webmaster melalui email ke alkitab (at) otak (dot) info |
||