| 1 | 2 | 3 | - 4 - | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 |
| 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 |
| Terjemahan Baru | Bahasa Indonesia Sehari Hari | English [Amplified] |
| 4:1 - 5:27 = Elifas menegur Ayub | ||
| (1) Maka berbicaralah Elifas, orang Teman: | (1) Lalu berbicaralah Elifas, katanya: "Ayub, kesalkah engkau bila aku bicara? Tak sanggup aku berdiam diri lebih lama. | (1) THEN ELIPHAZ the Temanite answered and said, |
| (2) Kesalkah engkau, bila orang mencoba berbicara kepadamu? Tetapi siapakah dapat tetap menutup mulutnya? | (2) (04:01) | (2) If we venture to converse with you, will you be offended? Yet who can restrain himself from speaking? |
| (3) Sesungguhnya, engkau telah mengajar banyak orang, dan tangan yang lemah telah engkau kuatkan; | (3) Banyak orang telah kauberi pelajaran, dan mereka yang lemah telah kaukuatkan. | (3) Behold, you have instructed many, and you have strengthened the weak hands. |
| (4) orang yang jatuh telah dibangunkan oleh kata-katamu, dan lutut yang lemas telah kaukokohkan; | (4) Kata-katamu yang memberi semangat, membangunkan orang yang tersandung, lemas dan penat. | (4) Your words have held firm him who was falling, and you have strengthened the feeble knees. |
| (5) tetapi sekarang, dirimu yang tertimpa, dan engkau kesal, dirimu terkena, dan engkau terkejut. | (5) Tetapi kini engkau sendiri ditimpa duka; kau terkejut, dan menjadi putus asa. | (5) But now it is come upon you, and you faint and are grieved; it touches you, and you are troubled and dismayed. |
| (6) Bukankah takutmu akan Allah yang menjadi sandaranmu, dan kesalehan hidupmu menjadi pengharapanmu? | (6) Bukankah engkau setia kepada Allah; bukankah hidupmu tiada cela? Jika begitu, sepantasnyalah engkau yakin dan tak putus asa. | (6) Is not your [reverent] fear of God your confidence and the integrity and uprightness of your ways your hope? |
| (7) Camkanlah ini: siapa binasa dengan tidak bersalah dan di manakah orang yang jujur dipunahkan? | (7) Pikirlah, pernahkah orang yang tak bersalah ditimpa celaka dan musibah? | (7) Think [earnestly], I beg of you: who, being innocent, ever perished? Or where were those upright and in right standing with God cut off? |
| (8) Yang telah kulihat ialah bahwa orang yang membajak kejahatan dan menabur kesusahan, ia menuainya juga. | (8) Aku tahu dari pengamatan bahwa orang yang membajak ladang kejahatan, dan menabur benih bencana bagai biji tanaman, akan menuai celaka dan kesusahan! | (8) As I myself have seen, those who plow iniquity and sow trouble and mischief reap the same. |
| (9) Mereka binasa oleh nafas Allah, dan lenyap oleh hembusan hidung-Nya. | (9) Bagai badai, begitulah murka Allah membinasakan mereka hingga punah! | (9) By the breath of God they perish, and by the blast of His anger they are consumed. |
| (10) Singa mengaum, singa meraung--patahlah gigi singa-singa muda. | (10) Orang jahat mengaum dan meraung, bagaikan singa mereka menggerung. Tetapi Allah membungkam mereka serta mematahkan gigi-giginya. | (10) The roaring of the lion and the voice of the fierce lion, and the teeth of the young lions are broken. |
| (11) Singa binasa karena kekurangan mangsa, dan anak-anak singa betina bercerai-berai. | (11) Mereka mati seperti singa kekurangan makanan, sehingga anak-anaknya bercerai-berai tak keruan. | (11) The old and strong lion perishes for lack of prey, and the whelps of the lioness are scattered abroad. |
| (12) Suatu perkataan telah disampaikan kepadaku dengan diam-diam dan telingaku menangkap bisikannya, | (12) Pernah suatu wahyu sampai kepadaku, bagaikan bisikan halus dalam telingaku. | (12) Now a thing was secretly brought to me, and my ear received a whisper of it. |
| (13) waktu bermenung oleh sebab khayal malam, ketika tidur nyenyak menghinggapi orang. | (13) Tidurku terganggu dan terusik olehnya, seperti mendapat mimpi yang buruk di malam buta. | (13) In thoughts from the visions of the night, when deep sleep falls on men, |
| (14) Aku terkejut dan gentar, sehingga tulang-tulangku gemetar. | (14) Aku pun terkejut dan menggigil gentar; seluruh tubuhku bergundang, gemetar. | (14) Fear came upon me and trembling, which made all my bones shake. |
| (15) Suatu roh melewati aku, tegaklah bulu romaku. | (15) Angin sepoi menyentuh wajahku, maka tegaklah bulu romaku. | (15) Then a spirit passed before my face; the hair of my flesh stood up! |
| (16) Ia berhenti, tetapi rupanya tidak dapat kukenal. Suatu sosok ada di depan mataku, suara berbisik-bisik kudengar: | (16) Suatu sosok berdiri di hadapanku; kutatap, tetapi ia asing bagiku. Lalu kudengar bunyi suara memecah heningnya suasana, | (16) [The spirit] stood still, but I could not discern the appearance of it. A form was before my eyes; there was silence, and then I heard a voice, saying, |
| (17) Mungkinkah seorang manusia benar di hadapan Allah, mungkinkah seseorang tahir di hadapan Penciptanya? | (17) Mungkinkah manusia tanpa salah di hadapan Allah? Mungkinkah ia tidak bercela di mata Penciptanya? | (17) Can mortal man be just before God, or be more right than He is? Can a man be pure before his Maker, or be more cleansed than He is? |
| (18) Sesungguhnya, hamba-hamba-Nya tidak dipercayai-Nya, malaikat-malaikat-Nyap didapati-Nya tersesat, | (18) Bahkan hamba-hamba Allah di surga, tak dapat dipercayai oleh-Nya. Bahkan pada malaikat-malaikat-Nya didapati-Nya kesalahan dan cela. | (18) Even in His [heavenly] servants He puts no trust or confidence, and His angels He charges with folly and error-- |
| (19) lebih-lebih lagi mereka yang diam dalam pondok tanah liat, yang dasarnya dalam debu, yang mati terpijat seperti gegat. | (19) Apalagi makhluk dari tanah liat makhluk debu yang dapat dipencet seperti ngengat! | (19) How much more those who dwell in houses (bodies) of clay, whose foundations are in the dust, who are crushed like the moth. |
| (20) Di antara pagi dan petang mereka dihancurkan, dan tanpa dihiraukan mereka binasa untuk selama-lamanya. | (20) Makhluk itu hidup di waktu pagi, lalu mati terlantar di senja hari, dan untuk selamanya ia tak diingat lagi. | (20) Between morning and evening they are destroyed; without anyone noticing it they perish forever. |
| (21) Bukankah kemah mereka dicabut? Mereka mati, tetapi tanpa hikmat. | (21) Maka hilanglah segala yang dimiliki; ia pun mati tanpa beroleh akal budi.' | (21) Is not their tent cord plucked up within them [so that the tent falls]? Do they not die, and that without [acquiring] wisdom? |
| 1 | 2 | 3 | - 4 - | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | 26 | 27 | 28 | 29 | 30 |
| 31 | 32 | 33 | 34 | 35 | 36 | 37 | 38 | 39 | 40 | 41 | 42 |
| Last Update : Sunday, 13 April 2008 | Kembali ke halaman utama | Created By OTAK INFO |
Jika ada pertanyaan, saran atau kritik tentang desain atau cara pemakaian (navigasi) atau yang berhubungan dengan isi alkitab dalam website ini, jika ada kata atau kalimat yang salah eja atau titik atau bahkan koma, maka jangan sungkan-sungkan untuk melaporkan (menghubungi) kepada webmaster melalui email ke alkitab (at) otak (dot) info |
||