| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | - 26 - | 27 | 28 | 29 | 30 |
| 31 |
| Terjemahan Baru | Bahasa Indonesia Sehari Hari | English [Amplified] |
| (sambungan dari) 25:1 - 29:27 = Amsal-amsal Salomo yang dikumpulkan pegawai-pegawai Hizkia | ||
| (1) Seperti salju di musim panas dan hujan pada waktu panen, demikian kehormatanpun tidak layak bagi orang bebal. | (1) Seperti hujan di musim kemarau, dan salju di musim panas, begitu juga pujian bagi orang bodoh tidak pantas. | (1) LIKE SNOW in summer and like rain in harvest, so honor is not fitting for a [self-confident] fool. |
| (2) Seperti burung pipit mengirap dan burung layang-layang terbang, demikianlah kutuk tanpa alasan tidak akan kena. | (2) Seperti burung terbang dan melayang-layang di udara, begitu juga kutukan tak bisa kena pada orang yang tak bersalah. | (2) Like the sparrow in her wandering, like the swallow in her flying, so the causeless curse does not alight. |
| (3) Cemeti adalah untuk kuda, kekang untuk keledai, dan pentung untuk punggung orang bebal. | (3) Keledai harus dikenakan kekang, kuda harus dicambuk, demikian juga orang bodoh harus dipukul. | (3) A whip for the horse, a bridle for the donkey, and a [straight, slender] rod for the backs of [self-confident] fools. |
| (4) Jangan menjawab orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan engkau sendiri menjadi sama dengan dia. | (4) Orang yang menjawab pertanyaan orang dungu, sama bodohnya dengan orang itu. | (4) Answer not a [self-confident] fool according to his folly, lest you also be like him. |
| (5) Jawablah orang bebal menurut kebodohannya, supaya jangan ia menganggap dirinya bijak. | (5) Pertanyaan yang bodoh harus dijawab dengan jawaban yang bodoh pula, supaya si penanya sadar bahwa ia tidak pandai seperti yang disangkanya. | (5) Answer a [self-confident] fool according to his folly, lest he be wise in his own eyes and conceit. |
| (6) Siapa mengirim pesan dengan perantaraan orang bebal mematahkan kakinya sendiri dan meminum kecelakaan. | (6) Mengutus seorang bodoh untuk mengirim berita, sama dengan mematahkan kaki sendiri dan mencari celaka. | (6) He who sends a message by the hand of a fool cuts off the feet [of satisfactory delivery] and drinks the damage. |
| (7) Amsal di mulut orang bebal adalah seperti kaki yang terkulai dari pada orang yang lumpuh. | (7) Seperti orang lumpuh menggunakan kakinya, begitulah orang bodoh yang mengucapkan petuah. | (7) Like the legs of a lame man which hang loose, so is a parable in the mouth of a fool. |
| (8) Seperti orang menaruh batu di umban, demikianlah orang yang memberi hormat kepada orang bebal. | (8) Memuji orang yang tak berpengetahuan, seperti mengikat batu erat-erat pada jepretan. | (8) Like he who binds a stone in a sling, so is he who gives honor to a [self-confident] fool. |
| (9) Amsal di mulut orang bebal adalah seperti duri yang menusuk tangan pemabuk. | (9) Seperti pemabuk mengeluarkan duri dari tangannya, begitulah orang bodoh yang mengucapkan petuah. | (9) Like a thorn that goes [without being felt] into the hand of a drunken man, so is a proverb in the mouth of a [self-confident] fool. |
| (10) Siapa mempekerjakan orang bebal dan orang-orang yang lewat adalah seperti pemanah yang melukai tiap orang. | (10) Siapa mempekerjakan orang bodoh atau sembarang orang akan merugikan banyak orang. | (10) [But] like an archer who wounds all, so is he who hires a fool or chance passers-by. |
| (11) Seperti anjing kembali ke muntahnya, demikianlah orang bebal yang mengulangi kebodohannya. | (11) Seperti anjing kembali kepada muntahnya, begitulah orang bodoh yang mengulangi kebodohannya. | (11) As a dog returns to his vomit, so a fool returns to his folly. |
| (12) Jika engkau melihat orang yang menganggap dirinya bijak, harapan bagi orang bebal lebih banyak dari pada bagi orang itu. | (12) Orang yang bodoh sekali masih lebih baik daripada orang yang menganggap dirinya pandai. | (12) Do you see a man wise in his own eyes and conceit? There is more hope for a [self-confident] fool than for him. |
| (13) Berkatalah si pemalas: "Ada singa di jalan! Ada singa di lorong!" | (13) Si pemalas suka tinggal di rumah; ia berkata "Ada singa di luar, aku bisa diterkam di tengah jalan." | (13) The sluggard says, There is a lion in the way! A lion is in the streets! |
| (14) Seperti pintu berputar pada engselnya, demikianlah si pemalas di tempat tidurnya. | (14) Seperti pintu berputar pada engselnya, begitulah si pemalas membalik-balikkan badannya di atas tempat tidurnya. | (14) As the door turns on its hinges, so does the lazy man [move not from his place] upon his bed. |
| (15) Si pemalas mencelupkan tangannya ke dalam pinggan, tetapi ia terlalu lelah untuk mengembalikannya ke mulutnya. | (15) Ada orang yang malas bukan kepalang; menyuap makanan ke mulutnya pun ia enggan. | (15) The slothful and self-indulgent buries his hand in his bosom; it distresses and wearies him to bring it again to his mouth. |
| (16) Si pemalas menganggap dirinya lebih bijak dari pada tujuh orang yang menjawab dengan bijaksana. | (16) Si pemalas menganggap dirinya lebih berhikmat daripada tujuh orang yang memberi jawaban yang tepat. | (16) The sluggard is wiser in his own eyes and conceit than seven men who can render a reason and answer discreetly. |
| (17) Orang yang ikut campur dalam pertengkaran orang lain adalah seperti orang yang menangkap telinga anjing yang berlalu. | (17) Orang yang ikut campur dalam pertengkaran yang bukan urusannya sama seperti orang yang menangkap anjing liar pada telinganya. | (17) He who, passing by, stops to meddle with strife that is none of his business is like one who takes a dog by the ears. |
| (18) Seperti orang gila menembakkan panah api, panah dan maut, | (18) Orang yang menipu, lalu berkata, "Aku hanya bergurau saja," sama dengan orang gila yang bermain dengan senjata berbahaya. | (18) Like a madman who casts firebrands, arrows, and death, |
| (19) demikianlah orang yang memperdaya sesamanya dan berkata: "Aku hanya bersenda gurau." | (19) (26:18) | (19) So is the man who deceives his neighbor and then says, Was I not joking? |
| (20) Bila kayu habis, padamlah api; bila pemfitnah tak ada, redalah pertengkaran. | (20) Jika kayu telah habis, padamlah api; jika si bocor mulut sudah tiada, pertengkaran pun berhenti. | (20) For lack of wood the fire goes out, and where there is no whisperer, contention ceases. |
| (21) Seperti arang untuk bara menyala dan kayu untuk api, demikianlah orang yang suka bertengkar untuk panasnya perbantahan. | (21) Seperti arang dan kayu membuat api tetap menyala; begitulah orang yang suka bertengkar membakar suasana. | (21) As coals are to hot embers and as wood to fire, so is a quarrelsome man to inflame strife. |
| (22) Seperti sedap-sedapan perkataan pemfitnah masuk ke lubuk hati. | (22) Fitnah itu enak rasanya; orang suka menelannya. | (22) The words of a whisperer or slanderer are like dainty morsels or words of sport [to some, but to others are like deadly wounds]; and they go down into the innermost parts of the body [or of the victim's nature]. |
| (23) Seperti pecahan periuk bersalutkan perak, demikianlah bibir manis dengan hati jahat. | (23) Bagaikan periuk tanah disepuh perak, begitulah orang yang manis di mulut, tapi berhati jahat. | (23) Burning lips [uttering insincere words of love] and a wicked heart are like an earthen vessel covered with the scum thrown off from molten silver [making it appear to be solid silver]. |
| (24) Si pembenci berpura-pura dengan bibirnya, tetapi dalam hati dikandungnya tipu daya. | (24) Si pembenci manis kata-katanya tapi hatinya penuh tipu daya. | (24) He who hates pretends with his lips, but stores up deceit within himself. |
| (25) Kalau ia ramah, janganlah percaya padanya, karena tujuh kekejian ada dalam hatinya. | (25) Meskipun ia ramah, janganlah percaya; karena kebencian menguasai hatinya. | (25) When he speaks kindly, do not trust him, for seven abominations are in his heart. |
| (26) Walaupun kebenciannya diselubungi tipu daya, kejahatannya akan nyata dalam jemaah. | (26) Sekalipun ia menyembunyikan kebenciannya, semua orang akan melihat kejahatannya. | (26) Though his hatred covers itself with guile, his wickedness shall be shown openly before the assembly. |
| (27) Siapa menggali lobang akan jatuh ke dalamnya, dan siapa menggelindingkan batu, batu itu akan kembali menimpa dia. | (27) Siapa menggali lobang untuk orang lain, akan terperosok ke dalamnya. Siapa menggelindingkan batu supaya menimpa orang lain, akan tertimpa sendiri oleh batu itu. | (27) Whoever digs a pit [for another man's feet] shall fall into it himself, and he who rolls a stone [up a height to do mischief], it will return upon him. |
| (28) Lidah dusta membenci korbannya, dan mulut licin mendatangkan kehancuran. | (28) Mendustai orang sama saja dengan membencinya. Mulut manis mendatangkan celaka. | (28) A lying tongue hates those it wounds and crushes, and a flattering mouth works ruin. |
| 1 | 2 | 3 | 4 | 5 | 6 | 7 | 8 | 9 | 10 | 11 | 12 | 13 | 14 | 15 | 16 | 17 | 18 | 19 | 20 | 21 | 22 | 23 | 24 | 25 | - 26 - | 27 | 28 | 29 | 30 |
| 31 |
| Last Update : Sunday, 13 April 2008 | Kembali ke halaman utama | Created By OTAK INFO |
Jika ada pertanyaan, saran atau kritik tentang desain atau cara pemakaian (navigasi) atau yang berhubungan dengan isi alkitab dalam website ini, jika ada kata atau kalimat yang salah eja atau titik atau bahkan koma, maka jangan sungkan-sungkan untuk melaporkan (menghubungi) kepada webmaster melalui email ke alkitab (at) otak (dot) info |
||